KISI-KISI UAS PBSI TINGKAT 2/ 2016 2.C
PENCEMARAN
Pencemaran
Lingkungan
A.
Macam – macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan
lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan
dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.
a.
Pencemaran Air
Di
dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain
untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak
diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.
Tindakan
manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah
menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya,
pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang
ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan,
kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak
terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan
seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan
perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan.
Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis
sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.
Bahan-bahan
kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang
sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat
berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam
ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran
DDT.
b.
Pencemaran Tanah
Tanah
merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya
termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air
yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya
kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.
Menurut
sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik),
industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan
menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari
sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun
sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam
dan kaleng.
Sampah
organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di
dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat
menurunkan kualitas tanah.
c.
Pencemaran Udara
Udara
dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori
udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada
yang berbentuk partikel cair atau padat.
1)
Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa
gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan
udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk
gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen
(NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).
Kadar
CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan
bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari
100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan
kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan
asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan,
dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di
atmosfer.
2)
Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel
yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam
bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak
napas jika terhiap ke dalam paru-paru.
Partikel
dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga
berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau
serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber
penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
Partikel
yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan
dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar
pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan
klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan
oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.
B.
Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global
Pembakaran
bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri
menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran
hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat
banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer
sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di
Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house
effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC
yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran
hewan.
Efek
rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau
lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim
dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es
di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan
berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup,
termasuk manusia.
Akibat
lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan
asam
Terjadi
secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi
asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di
dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap
keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.
C.
Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
Berbagai
upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk
menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan
penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada
dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Untuk
membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan,
diantaranya sebagai berikut:
1.
Membuang sampah pada tempatnya
Membuang
sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat.
Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain
menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai
jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah
satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan
memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara
sampah organik dan anorganik.
Selanjutnya,
sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah
anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat
rumah tangga dan barang-barang lainnya.
2.
Penanggulangan limbah industri
Limbah
dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus
diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di
perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan
yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan
pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal
ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik
terhadap kehidupan masyarakat.
3.
Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran
udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat
dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu
dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan,
seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata
dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama
pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan
bermotor.
4.
Diadakan penghijauan di kota-kota besar
Tumbuhan
mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan
mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau
asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara.
Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.
5.
Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian
pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain
dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai
merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang
masuk ke perairan.
Begitu
juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi
dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari
lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan,
seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman.
Pemberantasan
hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi
pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.
6.
Pengurangan pemakaian CFC
Untuk
menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun
salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang
tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah
rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
Dewasa
ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah
sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara
serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.
Pengertian
Pencemaran Lingkungan
Pengertian
Pencemaran Lingkungan - Pengertian pencemaran lingkungan menurut menurut UU
Pokok pengelolaan lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk
hidup, zat energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya
tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu menyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Pengertian
Pencemaran Lingkungan
Pengertian
pencemaran lingkungan menurut SK menteri lingkungan hidup adalah masuknya atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain ke dalam
air/udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan
manusia dan proses alam, sehingga kualitas air atau udara menjadi kurang atau
tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Peristiwa
penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubah keadaan
keseimbangan pada daur materi baik keadaan struktur maupun fungsinya sehingga
mengganggu keseimbangan. Penjelasan tersebut merupakan pengertian pencemaran
lingkungan ditinjau dari segi ilmu kimia lingkungan.
Berdasarkan
penjelasan sebelumnya mengenai pengertian pencemaran lingkungan, peningkatan
eksploitasi terhadap sumber daya alam (SDA) akan menyebabkan peningkatan
kerusakan ekosistem, sebagai contoh timbulnya zat sampah yang mengakibatkan
terjadinya pencemaran.
Faktor-faktor
pencemaran lingkungan hidup
Berdasarkan
pengertian pencemaran lingkungan yang telah dijelaskan, adapun faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya pencemaran adalah:
Pertambahan
penduduk yang tak terkendali (over popula-tion);
Pesatnya
perkembangan dan penyebaran teknologi;
Adanya
polutan dalam jumlah besar dan alam tidak bisa lagi menetralisir. Suatu zat
dapat dikatakan sebagai polutan jika kadarnya melebihi batas kadar normal atau
ambang batas, berada pada waktu yang tidak tepat, dan berada pada tempat yang
tidak semestinya.
Polutan
Bagaimana
sifat-sifat polutan:
Merusak
untuk sementara dan setelah bereaksi dengan lingkungan, zatnya tidak merusak
lagi.
Merusak
setelah jangka waktu tertentu, misalnya DDT dan Pb.
Dalam
kadar yang rendah, DDT dan Pb tidak mematikan manusia. Namun, apabila zat ini
tertimbun dalam lemak dengan jumlah yang melebihi batas normal akan menimbulkan
kerusakan jaringan.
Pembagian
pencemaran lingkungan hidup
Pencemaran
lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
1.
Pencemaran air dan tanah
Pencemaran
Air dan Tanah
Pencemaran
air terjadi karena masuknya zat-zat yang mengakibatkan kualitas air terganggu.
Hal ini dapat terjadi pada sumber mata air, sungai, waduk, dan air laut.
Pencemaran tanah terjadi akibat masuknya zat atau komponen lain ke dalam areal
tanah.
2.
Pencemaran udara
Pencemaran
udara disebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dari minyak bumi,
batubara, asap rokok, dan gas-gas lain yang mencemari udara, misalkan gas CO,
CO2, NO, NO2, SO, SO2, CH4, CFC3.
Pencemaran
Udara
Kadar
polutan di udara dinyatakan dengan ppm (part per million), yaitu jumlah cm3
polutan per m3 udara. Polutan yang dimaksud disini dapat
berbentuk
partikel, cairan, atau gas.
3.
Pencemaran suara
Pencemaran
suara disebabkan oleh suara bising yang berlangsung secara terusmenerus. Satuan
kekuatan suara dikenal dengan satuan desibel (dB). Dibawah ini dijelaskan
gambaran mengenai polusi udara, antara lain.
Pencemaran
Suara
Percakapan
normal : 40 dB
Keributan
: 80 dB
Suara
kereta api : 95 dB
Pesawat
jet lepas landas : 150 dB
Suara
yang timbul apabila melebihi kadar dapat mengganggu pendengaran dan
mempengaruhi sistem metabolisme antara lain:
Perubahan
tekanan darah,
Gangguan
jantung,
Perubahan
denyut nadi,
Stress
Kontraksi
perut.
4.
Pencemaran lingkungan dari benda-benda radioaktif
Penyebabnya
adalah benda-benda radioaktif, debu radioaktif yang berasal dari ion nuklir
serta reaktor-realtor atom.
Reaktor-realtor
Atom dari Bom Atom
Bahaya
yang ditimbulkan, yaitu radioaktif sinar alfa (α), sinar beta (β), sinar gamma
(λ). Efek yang ditimbulkan zat radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur
zat serta pola reaksi kimianya yang dapat merusak sel tubuh. Bila hal ini
terjadi pada gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen dan dapat juga
menyebabkan kanker.
5.
Pencemaran sosial-budaya
Pencemaran
Sosial-Budaya
Tidak
terfilternya kebudayaan asing yang masuk ke dalam suatu daerah akan menyebabkan
tergesernya nilai budaya suatu daerah tanpa disadari, apalagi dengan kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya.
Demikian
penjelasan mengenai pengertian pencemaran lingkungan, semoga bermanfaat bagi
kita semua.
MASALAH-MASALAH
LINGKUNGAN
Masalah Lingkungan di Indonesia
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar
dengan 17.000 pulau yang mengisi wilayahnya. Selain itu, Indonesia juga
merupakan negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga dan merupakan negara
dengan biodeversitas terbesar kedua setelah Brasil.
Namun sangat disayangkan bahwa dibalik kekayaan
alam yang melimpah tersebut Indonesia masih banyak mengalami masalah – masalah
lingkungan hidup yang bisa dibilang cukup parah. Masalah tersebut antara lain
seperti masalah Air bersih, polusi udara, penebangan liar, dan sebagainya.
1. Masalah Air Bersih
Air merupakan hal yang sangatvital bagi
kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa air. Bahkan fakta
membuktikan bahwa manusia dapat menahan lapar lebih lama daripada menahan haus.
Jadi coba bayangkan apa jadinya apabila kita kesulitan mendapatkan air bersih
untuk kebutuhan kita. Sungguh sangat memprihatinkan bukan?
Namun hal itulah yang menimpa sebagian besar
wilayah Indonesia saat ini. Menurut data dari Bank Dunia, Indonesia merupakan
salah satu dari 10 negara yang memiliki persediaan air terbesar di dunia.
Cadangan air tawar yang dimiliki Inonesia adalah sekitar 15.500 meter kubik per
kapita per tahun. Jumlah tersebut jauh melebihi rata – rata julah ketersediaan
air negara – negara lain yang hanya sekitar 8.000 meter kubik per kapita per
tahun.
Namun dengan jumlah yang begitu besar, sekitar
119 juta dari total 200 juta penduduk Indonesia masih menghadapi kekurangan air
bersih. Dan hanya 20% penduduk Indonesia yang bisa setiap hari memenuhi
kebutuhan akan air bersih. Itu pun hanya terpusat pada daerah perkotaan
terutama kota – kota besar dan daerah – daerah elit. Sedangkan presentase akses
daerah pedesaan di Indonesia terhadap air bersih adalah yang paling randah di
antara negara – negara Asia Tenggara. Dengan kata lain, penyebaran air bersih
di Indonesia masih jauh untuk disebut merata.
Selain masalah penyebaran air, hal yang
merupakan salah satu faktor penting penyebab masalah kelangkaan air bersih
adalah pencemaran dan perusakan lingkungan. Jumlah dan pertumbuhan penduduk
yang semakin bertambah tentunya akan kebutuhan masyarakat akan air bersih.
Namun disamping meningkatnya kebutuhan tersebut, pencemaran yang dapat merusak
sumber air bersih pun akan semakin meningkat.
Masyarakat pada umumnya tidak atau belum
mengerti mengenai prinsp perlindungan air bersih dan penggunaan air yang
bertanggungjawab. Sebagian besar masyarakat masih berpikir bahwa masalah air
minum adalah urusan pemerintah atau PDAM saja tanpa membantu untuk mendukung
kerja pemerintah.
Sekarang dapat kita lihat sungai – sungai yang
merupakan sumber air utama sudah menjadi kotor akibat banyaknya sampah yang
dibuang dan limbah – limbah indusr\tri yang dapat merusak air tersebut.
2. Masalah Sampah
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau
dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki
nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran,
perusahaan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya. Dengan kata lain, semakin
bertambah jumlah populasi manusia, maka akan semakin banyak sampah yang
dihasilkan dan lahan untuk membuang sampah – sampah tersebut tentunya harus
semakin diperluas. Itulah yang menjadi permasalahn bangsa ini. Pengelolaan
pembuangan sampah belum terurus dengan baik. Masih banyak kita lihat sampah –
sampah yang menumpuk tanpa ada tindakan lebih lanjut untuk menangani masalah
tersebut.
Memang di waktu sekarang ini yang bisa kita lakukan
hanyalah menampung semua sampah pada sebuah tempat yang kita sebut sebagai TPA
(Tempat Pembuangan Akhir). Namun apabila sampah – sampah tersebut hanya
diletakan begitu saja, justru akan menimbulkan dampak yang buruk bagi
lingkungan. Selain itu, sangat sulit untuk mencari lahan kosong yang dapat
digunakan sebagai tempat menampung sampah – sampah.
Beberapa negara telah menggunakan alternatif
pembakaran untuk menangani masalh tersebut namun hal tersebut telah diakui
dapat menyebabkan polusi udara yang sangat bernahaya bagi kehiduapan.
Selain masalah penanganan sampah, masalah
kesadaran masyarakat akan pembuangan sampah juga sangat memprihatinkan. Kita
banyak melihat sungai – sungai justru menjadi tempat untuk membuang sampah
padahal sungai merupakan salah satu sumber air utama bagi kehidupan masyarakat.
Pembuangan sampah ke saluran air dapat menyumbat saluran tersebut dan dampaknya
kan cukupp besar. Selain mengancam ketersediaan air bersih, penyumbatan saluran
ai juga dapat menyebabkan banjir. Apabila penyumbatan sudah parah, maka banjir
yang terjadi bisa menjadi banjir yang berkepanjangan dengan kedalaman yang
cukup untuk menenggelamkan sebuah rumah seperti yang sudah kita lihat beberapa
tahun belakangan ini.
3. Masalah Polusi Udara
Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin
memprihatinkan. Bahkan Bank Dunia telah menetaplkan bahwa Indonesia merupakan
negara dengan tingkat polusi tertinggi ketiga di dunia. World Bank juga
menetapkan Jakarta sebagai kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing,
New Delhi, dan Mexico City.
Dari semua penyebab polusi udara yang ada,
emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di
Indonesia, yakni sekitar 85 persen. Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan
kepemilikan kendaraan bermotor yang tinggi. Sebagian besar kendaraan bermotor
itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang
memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik
(misalnya kadar timbal yang tinggi).
Selain itu, minimnya pengolahan asap pabrik
juga turut menyumbang jumlah polutan yang memenuhi udara Indonesia terutama di
kota- kota besar. Di daerah – daerah yang menjadi kawasan industri dapat kita
rasakan keadaan udara yang sesak, panas, pengap, dan berbau bahan kimia. Kebakaran hutan juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan polusi
udara.
Polusi udara sangatlah berbahaya bagi tubuh
manusia. Partikel – partikel yang menjadi polutan memiliki ukuran yang lebih
kecil dari debu sehingga lebnih mudah masuk dan menempel di tubuh kita.
Contohnya adalah gas CO (karbon monoksida) yang dapat menghambat kierja sel
darah merah dalam mengangkut O2 (Oksigen) sehingga dapat mengakibatkan
tubuh kekurangan oksigen yang dapat mendorong timbulnya berbagai macam
penyakit. Selain itu kadar Pb (timbal) yang tinggi di udara juga dapat merusak
sel darah merah bagi orang yang menghirupnya sehinggadapat menyebabkan penyakit
anemia.
Polusi udara juga sangat berdampak bagi
lingkungan. Kadar SO2 dan NO2 yang tinggi dapat menyebabkan
terjadinya hujan asam yang dapat merusak sumber air, membunuh organisme –
organisme kecil dan pepohonan. Hujan asam juga sangat berbahaya bagi manusia
apabila terkena kulit karena asam merupakan senyawa yang bersifat korosif atau
mengikis.
4. Penebangan Liar
Hutan merupakan salah satu aspek yang paling
penting dalam menjaga kestabilan ekosistem dan kehidupan di bumi. Hutan
merupakan sumber penghasil oksigen terbesar dan merupakan habitat bagi banyak
makhluk hidup di bimi ini.
Namun Indonesia, negara yang memiliki luas
hutan tropis terbesar ketiga di dunia, merupakan salah satu negara dengan kasus
illegal logging terbesar. Menurut data dari Dinas Kehutanan, Indonesia telah
kehilangan 3,8 juta hektar hutan setiap tahunnya dan sebagian besar disebabkan
oleh praktek illegal logging. Selain itu, kondisi mengenaskan lainnya adalah
terdapat 59 juta hektar hutan yang rusak dari total 120 juta hektar wilayah
hutan di Indonesia. Berarti hanya 50% hutan di Indonesia yang dapat dikatakan
berfungsi secara optimal.
Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan
yang tidak bertanggung jawab ini telah mengakibatkan kehancuran sumber daya
hutan yang tidak ternilai harganya, kehancuran kehidupan masyarakat dan
kehilangan kayu senilai US$ 5 milyar, diantaranya berupa pendapatan negara
kurang lebih US$1.4 milyar setiap tahun. Kerugian tersebut belum menghitung
hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat
dihasilkan dari sumber daya hutan. Badan Penelitian Departemen Kehutanan
menunjukan angka Rp. 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat
penebangan liar
Selain kerugian finansial, kerugian lingkungan
pun sangatlah besar akibat dari pembalakan hutan secara liar tersebut. Hutan
merupakan penyedia oksigen bagi bumi ini. Apabila luas hutan berkurang
sementara populasi manusia terus bertambah, tentu saja akan terjadi krisis
oksigen di bumi ini dan kita tidak akan mau haseperti itu terjadi. Selain itu,
hutan juga berfungsi untuk menjaga tanah dari erosi yang dapat menghilangkan
kesuburan tanah dan untuk mencegah terjadinya tanah longsor.
Beberapa
Permasalahan Lingkungan Hidup di Indonesia
Dipublikasi
pada 24 April 2013 oleh Ari Sudewa
Pelihara
lingkunganLingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah
yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi
atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia
yang berlebihan. Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur
lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling
mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas
lingkungan hidup.
Merujuk
pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan
Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua
samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi
alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat
bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.
Indonesia
dengan beragam bentuk fisik (relief) dan penduduknya memiliki beberapa
permasalahan yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan
hidup Indonesia terjadi di berbagai sektor beserta segala kompleksitas,
penyebab, dan akibat masing-masing. Di blog ini saya akan membahas mengenai
permasalahan air, permasalahan sampah, permasalahan hutan, dan permasalahan
ekosistem pantai.
Permasalahan
Air
Sungai
tercemar limbah pabrikIndonesia memiliki permasalahan air yang seringkali
diakibatkan oleh penduduknya sendiri. Berikut beberapa permasalahan air yang
banyak terjadi di Indonesia.
Permasalahan
Sungai
Sungai-sungai
di Indonesia memiliki peranan penting bagi kehidupan, yaitu sebagai sarana
irigasi, sumber air minum, keperluan industri, dan lain-lain. Tetapi dalam
kurun waktu lima tahun ini, kualitas air telah mengalami penurunan. Hal itu
disebabkan sebanyak 64 dari 470 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dalam
keadaan kritis. Pendangkalan sungai terjadi di mana-mana. Selain itu, sungai di
Indonesia banyak yang tercemar oleh berbagai limbah di antaranya:
Limbah
domestik, yaitu limbah rumah tangga berupa detergen, tinja, dan sampah yang
sengaja dibuang ke sungai.
Limbah
Industri berupa berbagai zat kimia dan logam berat yang berbahaya dan beracun.
Limbah
pertanian seperti sisa pestisida dan pupuk.
Racun
dari kegiatan penangkapan ikan yang terlarang.
Pencemaran
Air Tanah
Perumahan
di kota-kota padat di Indonesia banyak
yang menggunakan sumur tanah sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari,
menggantikan peran PAM. Akan tetapi, air tanah dari sumur-sumur tersebut
mengandung bakteri Fecal coli, coliform, serta mineral-mineral seperti besi
yang melebihi baku mutu. Sumber pencemaran tersebut berasal dari tempat
penampungan tinja penduduk (septic tank). Akibatnya, kondisi air berwarna
kuning dan berbau. Hal ini bisa saja tidak terjadi jika jarak antara septic
tank dengan sumur lebih dari 10 meter. Tapi karena kota merupakan kawasan
padat, hal ini menjadi sulit diimplementasikan dan terjadilah pencemaran air
tanah.
Selain
itu, pembuangan limbah industri yang berdekatan dengan sumur penduduk juga
menyebabkan air tanah tercemar. Air tanah di kota-kota besar yang dekat pantai
(seperti Jakarta) juga tercemar oleh air asin (air laut) karena penyedotan air
tanah secara besar-besaran oleh industri dan berbagai bangunan besar. Karena
air tanah sudah banyak tersedot, akhirnya di rongga bekas air tanah tadi air
laut merembes dan mengurangi kualitas air tanah yang disedot oleh kota.
Pencemaran
air memberikan dampak sebagai berikut.
Musnahnya
berbagai jenis ikan dan terjadi kerusakan pada tumbuhan air. Dampak lebih
lanjut yang terjadi adalah terganggunya ekosistem yang pada saatnya pasti akan
merugikan manusia sendiri.
Air
sungai yang terkontaminasi mengancam kesehatan penduduk di sepanjang DAS karena
menjadi sumber berbagai penyakit.
Terjadinya
banjir di musim hujan.
Bau
menyengat dari limbah pabrik.
Terjadinya
kelangkaan air bersih.
Terjadinya
blooming algae, suatu keadaan ketika air sungai dan danau ditutupi oleh
ganggang yang menyebabkan matinya biota bawah air. Blooming algae disebabkan
oleh banyaknya pupuk yang terlarut dalam air.Blooming algae, peristiwa
tertutupnya sungai/danau oleh ganggang.
Limbah
dari sungai yang terbawa ke laut akan mencemari biota laut, sehingga turut
membawa petaka bagi manusia yang mengonsumsinya. Sebgai contoh penyakit
Minamata di Jepang, suatu penyakit yang terjadi di daerah Minamata yang
disebabkan oleh menumpuknya logam berat dalam tubuh ikan laut yang dikonsumsi
orang-orang.
Upaya
penganggulangan pencemaran air dapat dilakukan dengan langkah berikut.
Membatasi.
Limbah harus diminimalisir dan kalau bisa didaur ulang. Jika tidak bisa didaur
ulang, limbah harus dinetralisir agar tidak mencemari lingkungan.
Mengawasi.
Masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya harus turut mengawasi dan menjaga
pelestarian air.
Mengendalikan.
Pelaksanaan undang-undang lingkungan hidup harus tegas, para pelanggar harus
diganjar dengan sanksi yang sesuai.
Permasalahan
Sampah
Pertumbuhan
penduduk yang sangat pesat mengakibatkan tingkat konsumsi masyarakat juga
bertambah banyak. Hal ini memberi kontribusi langsung pada meningkatnya volume
sampah yang tidak diimbangi oleh upaya penanggulangannya. Hal ini menyebabkan
banyak terjadi permasalahan lingkungan hidup. Sebut saja linkungan menjadi
kotor, jorok, bau, dll. Itu baru contoh sekitar. Contoh lebih lanjut adalah
gejala keracunan dan merebaknya penyakit.pencemaran oleh sampah
Beberapa
langkah untuk menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia di antaranya
berikut ini.
Pembuatan
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengelola sampah. Lokasinya harus
jauh dari permukiman penduduk.
Penerapan
prinsip 4R: replace (mengganti), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan
kembali), dan recycle (mendaur ulang).
Penempatan
bak sampah yang terpisah antara oraganik dan anorganik sehingga mempermudah
pengelolaannya.
Memproduksi
dan memasyarakatkan peralatan untuk mendaur ulang sampah.
Mengadakan
kerja bakti secara berkala.
Permasalahan
Hutan
Pola
konsumsi masyarakat kian meningkat terutama yang berhubungan dengan hasil
hutan. Kebutuhan akan kertas, mebel, dan bahan bangunan telah meningkat tajam.
Hal ini dapat menguras keberadaan hutan produksi. Sebenarnya kita pun sering
merusak hutan. Dengan membuang-buang kertas atau memakainya secara berlebihan,
kita turut andil dalam mendorong para penebang hutan liar melaksanakan aksinya.
Berdasarkan
data BPS tahun 2004, luas hutan yang telah rusak maupun kritis telah mencapai
59 juta hektar. Rata-rata terjadi pengurangan luas hutan 1,6 juta hektar per
tahun. Bayangkan bagaimana kondisi hutan Indonesia 10 tahun ke depan.Penebangan
hutan
Kerusakan
hutan telah berakibat buruk pada kehidupan, seperti tanah longsor, banjir,
hilangnya banyak spesies hewan dan tumbuhan, tanah tandus dan tidak produktif,
kekeringan, pemanasan global, dll. Kelestarian hutan Indonesia perlu dilakukan
dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai berikut.
Melakukan
reboisasi.
Jika
ingin menebang kayu, lakukan sistem tebang pilih.
Masyarakat,
lembaga swadaya, dan pemerintah harus mengawasi dan menjaga hutan.
Memberikan
sanksi berat bagi penebang hutan liar.
Permasalahan
Ekosistem Pantai
Ekosistem
pantai merupakan ekosistem yang memiliki kekayaan alam beragam karena merupakan
pertemuan antara wilayah darat dan wilayah laut. Berbagai jenis makhluk hidup
dapat ditemukan di pantai. Di daerah pantai dapat ditemukan hutan bakau,
terumbu karang, dan tentu saja pasir pantai :D
Hutan
bakau dapat dijadikan bahan baku pembuatan mebel. Terumbu karang merupakan
kawasan yang indah, namun sayang sering ada tangan-tangan jahil yang mencopoti
terumbu karang untuk dijual. Adapun pasir pantai dapat dijadikan bahan
bangunan. Pengerukan sumber daya alam pantai secara berlebihan dapat membuat
pantai menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ekosistem pantai
akan hancur.Penebangan hutan bakau
Untuk
mengurangi dampak rusaknya ekosistem pantai, perlu dilakukan langkah berikut.
Reboisasi
hutan bakau.
Dibuat
peraturan yang membatasi penambangan pasir.
Masyarakat
terutama nelayan ikut berperan aktif dalam menjaga daerah pesisir pantai.
Pemberian
tanggung jawab untuk konservasi hutan di sepanjang pantai bagi pengusaha yang
bergerak di bidang wisata bahari.
A. Pengertian Program Keluarga Berencana (KB)
Keluarga Berencana (Family Planning, Planned Parenthood)
: suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi.
B. Tujuan Program Keluarga
Berencana (KB)
Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh
suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya. Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan
ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Memenuhi permintaan masyarakat
akan pelayanan KB dan KR yang
berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunka
angka kematian ibu, bayi, dan anak serta
penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.
C. Sasaran Program Keluarga
Berencana (KB)
3. Menurunnya PUS yang
tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai
alat/cara kontrasepsi (unmet need)
menjadi 6%.
6. Meningkatnya rata-rata
usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun.
8. Meningkatnya
jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera-1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif.
D. Ruang Lingkup Program
Keluarga Berencana (KB)
Pengelolaan SDM aparatur
Penyelenggaran pimpinan kenegaraan
dan kepemerintahan
E. Strategi Pendekatan
Program Keluarga Berencana (KB)
Strategi pendekatan dalam program keluarga
berencana antara lain :
1. Pendekatan
kemasyarakatan (community approach).
Diarahkan untuk meningkatkan dan menggalakkan
peran serta masyarakat (kepedulian) yang dibina dan dikembangkan secara
berkelanjutan.
2. Pendekatan
koordinasi aktif (active coordinative approach).
Mengkoordinasikan berbagai pelaksanaan program
KB dan pembangunan keluarga sejahtera sehingga dapat saling menunjang
dan mempunyai kekuatan yang sinergik dalam mencapai tujuan dengan menerapkan
kemitraan sejajar.
3. Pendekatan
integrative (integrative approach)
Memadukan pelaksanaan kegiatan pembangunan agar
dapat mendorong dan menggerakkan potensi yang dimiliki oleh semua masyarakat
sehingga dapat menguntungkan dan memberi manfaat pada semua pihak.
4. Pendekatan
kualitas (quality approach).
Meningkatkan kualitas pelayanan baik dari segi
pemberi pelayanan (provider) dan penerima pelayanan (klien) sesuai dengan
situasi dan kondisi.
5. Pendekatan
kemandirian (self rellant approach)
Memberikan peluang kepada sektor pembangunan
lainnya dan masyarakat yang telah mampu untuk segera mengambil alih peran dan
tanggung jawab dalam pelaksanaan program KB nasional.
6. Pendekatan tiga
dimensi ( three dimension approach).
Strategi tiga dimensi program kb sebagai
pendekatan program kb nasional. Strategi ini diterapkan atas dasar
survei terhadap kecenderungan respon pasangan usia subur (PUS) di Indonesia
terhadap ajakan (KIE) untuk berkb. Berdasarkan hasil survei tersebut respon pus
terhadap KIE kb terbagi dalam 3 kelompok
1) 15% pus
langsung merespon ya untuk berkb.
2) 15% - 55%
pus merespon raguragu untuk berkb.
3) 30% pus
merespon tidak untuk berkb.
Strategi 3 dimensi ini juga diterapkan untuk merespon
kemendesakkannya untuk scepatnya menurunkaj TFR dan membudayakan NKKBS sebagai
normaprogram KBN .
Strategi Dasar
Strategi operasional
3. Penggalangan dan
pemantapan komitmen
F. Dampak
Program Keluarga Berencana (KB)
6. Peningkatan sistem
pengelolaan dan kapasitas SDM
7. Pelaksanaan tugas
pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan
berjalan lancar.
G. Pengaruh Program Keluarga Berencana (KB)
Program Keluarga Berencana merupakan usaha langsung yang bertujuan
untuk mengurangi tingkat kelahiran melalui penggunaan alat kntrasepsi. Berhasil
atau tidaknya Pelaksaan Program Keluarga Berencana akan menetukan pula berhasil
atau tidaknya usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Pertambahan penduduk yang cepat, tidak seimbang dengan peningkatan produksi
akan mengakibatkan ketegangan – ketegangan sosial dengan segala akibat yang
luas.
1. Pengaruh positif Program KB
Dengan adanya program KB maka laju pertumbuhan penduduk dapat
ditekan untuk menghindari terjadinya peledakan penduduk yang luar biasa, karena
diperkirakan jika angka persentase kesetaraan jumlah penduduk yang ber-KB dapat
dinaikkan 1 % per tahun, maka diprediksikan jmlah penduduk Indonesia pada tahun
2015 sekitar 237,8 juta jiwa, ini masih di bawah dari angka proyeksi penduduk
tahun 2015 yang diperkirakan sekitar 248 juta jiwa.
Dengan adanya kebijakan pemerintah unutk pengaturan laju
pertumbuhan penduduk dan pengaturan jumlah kelahiran di Indonesia merupakan
bagian dari kebijakan kependudukan nasional, yang dalam hal ini pelaksanaan
program KB di daerah pada era otonomi perlu ditentukan sasaran kinerja program
untuk mewujudkan keserasian kependudukan di berbagai bidang pembangunan. Dengan
terkendalinya jumlah penduduk, maka akan tercipta generasi yang berkualitas,
sehingga dapat meneruskan pembangunan Indonesia yang berkualiatas.
2. Pengaruh negatif Program KB
Selain mendatangkan pengaruh yang positif, program KB juga
memiliki pengruh yang kurang menguntungkan, ini dilihat dari semakin
meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ber-KB, maka penggunaan metode KB
berupa penggunaan AKDR, implant, suntik KB, pil KB juga semakin meningkat, maka
biaya yang harus di keluarkan pemerintah untuk pengadaan alat – alat dan obat
untuk kontrasepsi di Indonesia dapat dikatakan cukup tinggi.
Menurut penelitian, dengan peggunaan metode untuk ber-KB maka
dapat mempercepat penuaan pada akseptornya, sehingga dapat dikatakan jumlah
usia lanjut akan semakin bertambah setiap tahunnya, sehingga biaya yang juga
harus dikeluarkan pemerintah untuk kesejahteraan para Usila juga meningkat.
H. Manfaat Program Keluarga Berencana (KB).
Berikut ini merupakan manfaat dari adanya program Keluarga
Berencana (KB), yaitu:
1. Menurunkan angka kematian maternal
dengan adanya perencanaan kehamilan yang aman,sehat dan diinginkan.
2. Mencegah terjadinya kanker uterus dan
ovarium dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi.
3. Memberikan kontribusi bagi pembangunan
berkelanjutan yang berwawasan kependudukan.Proggram keluarga berencana nasional
adalah program untuk membantu keluarga termasuk individu anggota keluarga untuk
merencanakan kehidupan berkeluarga yang baik sehingga dapat mencapai keluarga
berkualitas. Dengan terbentuk keluarga berkualitas maka generasi mendatang
sebagai sumber daya manusia yang berkualitas akan dapat melanjutkan
pembangunan.
Program keluarga berencana dalam pembangunan berkelanjutan yang
berwawasankependudukan dapat memberikan kontribusi dalam empat hal, yaitu :
a. Mengendalikan jumlah penduduk dan
pertumbuhan penduduk juga dengan peningkatan kualitas penduduk.
b. Peningkatan kualitas
penduduk sebagai sumber daya yang handal dilakukan dengan mengarahkan
pembangunan pada penurunan kematian ibu dan bayi dengan menurunkan kelahiran
atau kehamilan melalui penggunaan kontrasepsi.
c. Berusaha dan menjunjung
tinggi perwujudan hak – hak asasi manusia dalam hal kesehatan reproduksi
pasangan usia subur untuk merencanakan kehidupan berkeluarga.
d. Mendukung upaya pemberdayaan
perempuan dengan menyadari sepenuhnya akan hak dan kewajiban perempuan serta
sebagai sumber daya manusia yang tangguh.
Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para
akseptor akan mendapatkan tiga manfaat utama optimal baik untuk ibu, anak dan
keluarga, antara lain:
1. Manfaat Untuk Ibu:
Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
Mencegah setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
Menjaga kesehatan ibu
Merencanakan kehamilan lebih terprogram
Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya
kehamilan yang berulang kali dalam jangka waktu yang terlalu pendek.
Peningkatan kesehatan mental
dan sosial yang dimungkinkan oleh adanya waktu
yang cukup untuk mengasuh anak, beristirahat dan menikmati
waktu luang serta melakukan kegiatan lainnya.
2. Manfaat Untuk Anak:
Mengurangi risiko kematian bayi
Meningkatkan kesehatan bayi
Mencegah bayi kekurangan gizi
Tumbuh kembang bayi lebih terjamin
Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat
terpenuhi
Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal
3. Manfaat Untuk Keluarga:
Meningkatkan kesejahteraan keluarga
Harmonisasi keluarga lebih terjaga
I. Cara Operasional Program
Keluarga Berencana (KB).
1. Pelayanan komunikasi, informasi dan
edukasi (KIE).
Pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi dilakukan dengan
memberikan penerangan konseling, advokasi, penerangan kelompok (penyuluhan) dan
penerangan massa melalui media cetak dan elektronik. Dengan penerangan,
motivasi diharapkan meningkat sehingga terjadi peningkatan pengetahuan,
perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam berKB, melalui pendewasaan usia
perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan
kesejahteraan keluarga sehingga tercapai Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera (NKKBS).
2. Pelayanan kontrasepsi dan pengayoman
peserta KB.
Dikembangkan program reproduksi keluarga sejahtera. Para wanita
baik sebagai calon ibu atau ibu, merupakan anggota keluarga yang paling rentan
mempunyai potensi yang besar untuk mendapatkan KIE dan pelayanan KB yang tepat
dan benar dalam mempertahankan fungsi reproduksi. Reproduksi sehat sejahtera
adalah suatu keadaan sehat baik fisik, mental dan kesejahteraan sosial
secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta
proses reproduksi. Bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan
serta dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup
spiritual dan material, bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki hubungan yang
serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antara
keluarga dengan lingkungan.
Dalam mencapai sasaran reproduksi sehat, dikembangkan 2 gerakan
yaitu: pengembangan gerakan KB yang makin mandiri dan gerakan keluarga sehat
sejahtera dan gerakan keluarga sadar HIV/AIDS. Pengayoman, melalui program
ASKABI (Asuransi Keluarga Berencana Indonesia), tujuan agar merasa aman dan
terlindung apabila terjadi komplikasi dan kegagalan.
3. Peran serta masyarakat dan institusi
pemerintah.
PSM ditonjolkan (pendekatan masyarakat) serta kerjasama institusi
pemerintah (Dinas Kesehatan, BKKBN, Depag, RS, Puskesmas).
4. Pendidikan KB.
Melalui jalur pendidikan (sekolah) dan pelatihan, baik petugas KB,
bidan, dokter berupa pelatihan konseling dan keterampilan.
J. Partisipasi Masyarakat Dalam Program
Keluarga Berencana (KB).
Partisipasi masyarakat dalam mendukung program KB masih terlihat
rendah. Hal ini terutama tampak pada partisipasi pria/suami. Hal ini
salah satunya disebabkan minimnya akses laki-laki terhadap perolehan informasi,
pelayanan KB, dan kesehatan reproduksi.
Menurut Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM
Issac Tri Oktaviatie, S.Ant, MSc, kurangnya promosi atau sosialiasi tentang KB
pria dikarenakan kebijakan KB di Indonesia yang masih berfokus pada pencapaian
target peserta KB perempuan. Perempuan masih tetap menjadi sasaran utama
sosialisasi program KB dengan harapan istri yang akan mengkomunikasikan dan
menegosiasikan pemakaian alat kontrasepsi (alkon) kepada suaminya.
Aspek sosial budaya masyarakat Indonesia, lanjutnya, juga menjadi
faktor penyebab rendahnya kesadaran pria untuk berperan menyukseskan program
KB. Dari hasil penelitian yang dilakukan di kabupaten Gunung Kidul, diketahui
bahwa masyarakat masih mempersepsikan KB merupakan tanggung jawab perempuan.
Selain itu, pemakaian alat kontrasepsi kondom mengurangi kenyamanan saat
melakukan hubungan seksual dengan pasangan dibanding jenis-jenis alat
kontrasepsi perempuan yang ada. Sementara metode vasektomi masih dipersepsikan
sebagai bentuk pengkebirian dan akan mengurangi kekuatan pria. Pandangan yang
keliru tentang vasektomi ini telah melahirkan stigma terhadap akseptor yang
dianggap oleh masyarakat sekitar sebagai pria takut isteri. Kekhawatiran juga
muncul dari perempuan yang beranggapan dengan vasektomi justuru akan
meningkatkan peluang suami untuk tidak setia pada pasangan karena tidak
meninggalkan jejak.
Keterlibatan pria didefinisikan sebagai partisipasi dalam proses
pengambilan keputusan KB, pengetahuan pria tentang KB dan penggunaan
kontrasepsi pria. Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa
partisipasi pria tidak hanya dalam hal pemakaian alat kontrasepsi saja, tapi
juga dalam hal pengambilan keputusan berKB oleh istri ataupun dengan
pengetahuan yang dimiliki oleh pria tentang KB digunakan untuk membantu
mensosialisasikan program-program KB. Keterlibatan pria dalam KB
diwujudkan melalui perannya berupa dukungan terhadap KB dan penggunaan alat
kontrasepsi serta merencanakan jumlah anak dalam keluarga. Untuk merealisasikan
tujuan terciptanya Keluarga Berkualitas 2015, Partisipasi pria dalam
Keluarga Berencana adalah tanggung jawab pria dalam kesertaan ber-KB, serta
berperilaku seksual yang sehat dan aman bagi dirinya, pasangan atau
keluarganya. Dalam hal ini dinyatakan bahwa keterlibatan pria dalam
program KB dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Penggunaan metode
kontrasepsi pria merupakan satu bentuk partisipasi pria secara langsung,
sedangkan keterlibatan pria secara tidak langsung misalnya pria memiliki sikap
yang lebih positif dan membuat keputusan yag lebih baik berdasarkan sikap dan
persepsi, serta pengetahuan yang dimilikinya.
K. Optimalisasi Peran Program Keluarga Berencana
(KB).
Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan berdampak pada
kemiskinan dan pengangguran. Karenanya, diperlukan sinergi antara pemerintah,
masyarakat, dan lembaga-lembaga terkait lainnya secara bersama-sama
menanggulangi ledakan penduduk sekaligus memberikan mengedukasi masyarakat
tentang pentingnya perencanaan keluarga agar kualitas hidupnya lebih baik. Di
sinilah kehadiran KB menjadi kebutuhan yang sangat mendesak ketika ancaman
ledakan penduduk menimpa bangsa ini.
Soerjono Soekanto dalam bukunya, Sosiologi Sebuah Pengantar (2010)
mengatakan, bahwa masalah angka kelahiran akan dapat diatasi dengan
melaksanakan program keluarga berencana yang bertujuan meningkatkan kesehatan
dan kesejahteraan ibu-ibu dan anak-anak maupun meningkatkan kondisi kehidupan
masyarakat dengan mengurangi angka kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk
tidak melebihi kapasitas produksi.
Dengan demikian, program KB menjadi pilihan yang sangat tepat guna
membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan menunda masa
perkawinan dini agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan untuk mengimbangi ledakan jumlah
penduduk adalah penambahan dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan
kesadaran dan pendidikan kependudukan, mengurangi kepadatan penduduk dengan
program transmigrasi, dan meningkatkan produksi.
Dengan beberapa cara tersebut ancaman ledakan jumlah penduduk bisa
diminimalisir sehingga angka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan
seminimal mungkin. Jika angka kemiskinan dan pengangguran berkurang otomatis
kesempatan dan akses masyarakat terhadap kesehatan dan pendidikan benar-benar
dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dan pada gilirannya kesejahteraan yang
dicita-citakan para pendiri bangsa ini akan terwujud.
2.1 Pengertian Keluarga Berencana
KB
adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: "Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi
kelahiran."
Keluarga
Berencana (KB) merupakan salah
satu usaha untuk merencanakan jumlah anak serta jarak kehamilan menggunakan
alat kontrasepsi.
Http://www.klikdokter.com/favicon.ico mengemukakan bahwaKeluarga berencana
adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat
mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk
mencegah ataupun menunda kehamilan.
Memiliki keluarga ideal adalah dambaan setiap orang dan dengan
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang
paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian.
2.2 Tujuan Program Keluarga Berencana
Tujuan Keluarga Berencana Nasional di Indonesia adalah :
Tujuan Umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS
(Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya
masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin
terkendalinya pertambahan penduduk.
Tujuan Khusus
1.
Meningkatkan
jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
2.
Menurunnya
jumlah angka kelahiran bayi.
3.
Meningkatnya
kesehatan Keluarga Berencana dengan cara penjarangan kelahiran.
2.3 Cara-cara atau Metode Pelaksanaan Program Keluarga Berencana
Keluarga berencana adalah usaha
untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal
tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun
menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan
kehamilan dan perencanaan keluarga.
Metode kontrasepsi bekerja dengan
dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita
(fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi
(melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat reversible (kembali)
atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi
yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan
kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen
atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat
mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.
Metode kontrasepsi juga dapat
digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode barrier (penghalang),
sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD;
atau metode hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai
alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita
dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan).
Faktor yang mempengaruhi pemilihan
kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping,
serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan
benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya
serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor
lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek
samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan.
Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan
seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%.
Gambar 1. Metode Kontrasepsi
Bermacam-macam metode kontrasepsi
Seorang wanita dapat tetap menjadi
hamil bila :
Melakukan coitus
interuptus
Menyusui
Saat pertama kali
berhubungan seksual
Bila wanita tidak
orgasme
Memakai douches
(memasukkan cairan kimia atau spermisida ke dalam vagina)
Posisi apapun dalam
berhubungan seks
Kontrasepsi untuk wanita usia lanjut
Semakin bertambah usia maka terdapat
perubahan dari periode menstruasi. Ketika darah haid akhirnya berhenti, maka
seorang wanita memasuki masa menopause. Bagaimanapun juga, kontrasepsi
sebaiknya digunakan sampai wanita tidak mendapatkan menstruasi atau darah haid
selama 2 tahun jika usia kurang dari 50 tahun atau 1 tahun jika usia lebih dari
50 tahun.
Metode kontrasepsi terdiri dari :
1. Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi oral kombinasi Kontrasepsi oral progestin Kontrasepsi suntikan progestin Kontrasepsi suntikan
estrogen-progesteron Implant
progestin Kontrasepsi Patch
2.
Kontrasepsi barrier (penghalang)
o
Kondom (pria dan wanita)
o
Diafragma dan cervical cap
3.
Spermisida
4.
IUD (spiral)
5.
Perencanaan keluarga alami
6.
Penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi
7.
Metode amenorea menyusui
8.
Kontrasepsi darurat
o
Kontrasepsi darurat hormonal
o
Kontrasepsi darurat IUD
9.
Sterilisasi
o
Vasektomi
o
Ligasi tuba
2.4 Dampak positif Program Keluarga Berencana
Berikut ini beberapa manfaat KB yang perlu diketahui :
Kehamilan terlalu dini
Perempuan dibawah usia 17 tahun rentan mengalami kematian sewaktu
persalinan. Hal ini dikarenakan perkembangan tubuhnya belum sempurna dan belum
cukup matang serta siap dilewati bayi. Sang bayi pun terancam resiko kematian
sebelum usianya mencapai satu tahun.
Kehamilan terlalu "telat"
Perempuan berusia terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan memiliki
banyak resiko berbahaya. Terlebih jika memiliki masalah-masalah kesehatan lain
atau terlalu sering hamil dan melahirkan.
Kehamilan-kehamilan jarak dekat
Kehamilan dan persalinan membutuhkan banyak energi dan kekuatan. Jika
Ibu belum pulih dari satu pesalinan namun sudah hamil kembali, tubuh tidak akan
sempat memulihkan kebugarannya. Berbagai masalah bahkan kematian pun akan
dihadapi saat berhadapan dengan situasi kehamilan jarak dekat.
Terlalu sering hamil dan melahirkan
Perempuan memiliki lebih dari empat anak beresiko menghadapi kematian
akibat pendarahaan hebat dan kelainan-kelainan lainnya.
Tidak ada paksaan dan tidak ada yang boleh memaksa Ibu untuk mengikuti
program Keluarga Berencana ataupun tidak. Namun pekerja kesehatan akan
menyarankan Ibu untuk mengikuti program ini jika terjadi sesuatu yang dapat
membahayakan diri Ibu. Dibutuhkan kesadaran dalam diri sendiri, mengenai
pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana, baik untuk kebaikan diri
sendiri, anak, juga kesejahteraan keluarga.
Tidak ada yang boleh memaksa Ibu mengikuti program Keluarga Berencana,
dan tidak ada paksaan untuk Ibu mengenakan alat KB tertentu. Namun jika alat KB
yang Ibu pilih dapat membahayakan diri sendiri, maka konsultasikan terlebih
dahulu hal tersebut pada dokter kandungan.
2.5 Dampak Negatif Program Keluarga Berencana
Selain memiliki dampak positif, program keluarga berencana ini juga
memiliki dampak-dampak negative antara lain:
1. Menerima efek samping
dari pemakaian alat kontrasepsi
2. Tidak dapat haid
(sering setelah pemakaian berulang)
3. Sering menaikkan Berat
Badan
4. Peningkatan risiko
infeksi
5. Frekuensi bersenggama
6. Kemudahan untuk kembali
hamil lagi
7. Efek samping ke laktasi
8. Efek dari kontrasepsi
tersebut di masa depan
9. Memiliki keturunan
terbatas